New Book In Home

  • City Of Bones - Cassandra Clare
  • Shadow And Bone - Leigh Bardugo
  • Rise of The Evening Star - Brandon Mull
  • Grip of The Shadow Plague - Brandon Mull
  • City of Ashes - Cassandra Clare
  • City Of Glass - - Cassandra Clare
  • Serpent Shadow - Rick Riordan
  • Ruby Red - Kerstin Gier
  • Nicholas Flamel #1 - The Alchemist - Michael Scott
  • Nicholas Flamel #2 - The Magician - Michael Scott
  • Nicholas Flamel #3 - The Sorcerers - Michael Scott
  • Nicholas Flamel #4 - The Necromancer - Michael Scott
  • Nicholas Flamel #5 - The Warlock - Michael Scott

Thursday, September 26, 2013

RESENSI BEAUTIFUL DARKNESS - KAMI GARCIA & MARGARETH STOHL

Sinopsis :

Ethan Wate tadinya menganggap takkan pernah ada perubahan di Gatlin, kota kecil tempat tinggalnya. Lalu ia bertemu Lena Duchannes, gadis pendatang baru yang mengungkapkan dunia rahasia Gatlin. Dunia rahasia yang dihuni keluarga Lena, para Supernatural berkemampuan dahsyat. Dunia tempat terjadinya berbagai peristiwa tak masuk akal yang dapat mengubah kehidupan. Kadang bahkan mengakhirinya.

Namun, setelah kehilangan orang yang disayanginya, Lena menjauhi Ethan. Dan setelah mata Ethan terbuka terhadap sisi gelap Gatlin, cowok itu tak bisa mengabaikan dunia itu lagi. Dihantui visi-visi aneh yang hanya bisa terlihat olehnya, Ethan makin tenggelam dalam sejarah kusut Gatlin dan terperangkap dalam jaringan berbahaya jalur bawah tanah tak berujung, tempat segalanya berbeda dari yang kasatmata.



Review :

Akhirnya setelah penantian yang sangat panjang novel yang saya tunggu-tunggu ini keluar juga , butuh 2-3 tahun menunggu buku ini keluar dan sempat pasrah ga akan keluar versi indonesianya tapi terima kasih gramedia udah nerbitin buku super keren ini .

Ceritanya sendiri berlanjut dari seri pertamanya , dimana setelah macon meninggal , akan muncul ramalan baru tentang ulang tahun lena ke tujuh belas dimana ia dipaksa sudah harus mengklaim dirinya menjadi terang atau gelap . Nggak cuma itu , akibat kematian macon , hubungan Lena dan Ethan malah semakin jauh . Lena terjebak dalam kesedihannya karena kematian Macon , ia mulai menolak untuk kembali sekolah ,tidak mau melakukan kelting( semacam telepati ) dengan Ethan seperti yang biasa mereka lakukan .

Keadaan bertambah ruwet dengan datangnya seorang tokoh baru , John breed yang membuat hubungan lena dan ethan semakin renggang. Lena malah semakin dekat dengan John yang ternyata turut serta membawa Ridley kembali ke Gatlin.  kehidupan lena mulai berubah ia mulai melakukan sedikit pembalasan kepada orang-orang yang menyakitinya dulu dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat atas saran john , sebuah tempat bernama Aral Agung , tempat dimana tidak ada caster gelap ataupun terang , tempat terkuat . tapi tanpa disadari Lena disana sudah menanti kegelapan yang teramat jahat.

Ethan yang berusaha mengembalikan Lena ke pelukannya malah mendapat banyak pengelihatan aneh dan akhirnya banyak rahasia tentang ibunya mulai terbongkar . Dibantu dengan Link dan Liv , mereka berusaha menyusul Lena ke Aral Agung mencegah kegelapan terjadi .

Buku kedua seri Caster Chronicles mengambil alur yang cukup lambat dan cenderung membosankan di awal-awalnya . Pembaca diajak berdilema bersama Lena maupun Ethan , merasakan kesedihan Lena maupun kegalauan Ethan karena retaknya hubungan mereka . Seolah sadar alurnya mulai membosankan , Kami dan Margareth membawa pembaca masuk ke inti2 masalah di buku kedua .

Cerita mulai seru saat Ethan mengetahui rahasia ibunya dan paman Lena , Macon dimana akhirnya ia bersama Liv , seorang Keeper yang sedang magang di perpustakaan Marian dan Link harus menyusul Lena ke aral agung .

Terowongan Caster sangat berbahaya apalagi untuk Mortal dan keeper tanpa kekuatan seperti mereka . Banyak bahaya seperti penghuni dunia bawah maupun Vex , makhluk rendahana jahat yang dikontrol oleh seorang caster gelap yang cukup kuat , tidak hanya itu kawanan Hunting dibantu oleh Larkin juga menunggu di dalam terowongan gelap ..

Penambahan tokoh disini saya rasa cukup sesuai , John membuat pembaca bertanya-tanya siapa dia sebenarnya dan Liv yang pintar dan tidak bisa tinggal diam seperti marian .Hingga akhir cerita hanya satu karakter yang masih menjadi twist untuk buku berikutnya

Secara cerita , 75% keren banget buku ini dan membuat saya benar-benar jatuh hati kepada buku setebal 520 halaman ini bahkan kalo kebanyakan orang sudah menentukan novel yang sesuai dirinya seperti Harry Potter , Lord of the rings , Twillight saga dll saya langsung memilih novel ini ..

Saya jamin buku ini akan lebih seru dari buku pertamanya , banyak hal nggak terduga akan terjadi disini , banyak yang hebat akan kehilangan kekuatannya atau malah yang Mortal sekarang memiliki kekuatan , dan juga munculnya karakter2 berkekuatan luar biasa .. Banyak rahasia akan terbongkar disini dan yang mati akan kembali lagi

Pada akhirnya novel ini , sangat layak untuk dimiliki dan diikuti serinya :)

akhir kata saya punya beberapa saran kalau-kalau pihak Gramedia membaca tulisan ini agar memperbaiki lagi cover novel-novel terbitannya karena saya sering mendengar keluhan tentang covernya terutama novel ini .. Terima kasih

Saya masih menunggu seri ketiganya semoga diterbitkan juga

Score : 9/10



Tuesday, September 17, 2013

[ RESENSI ] UNWIND : Mempertanyakan Kemanusiaan di dunia yang kejam



  • Ukuran : 13.5 x 20 cm
  • Tebal :  456 halaman
  • Terbit : Agustus 2013
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-979-22-9802-4
  • No Produk : 32201130006
Sinopsis :

Orang tua Connor ingin menyingkirkannya karena ia selalu menimbulkan masalah. Risa tidak punya orang tua dan akan menjalani pemisahan raga untuk mengurangi beban panti asuhan . Pemisahan raga Lev sudah direncanakan sejak ia lahir , bagian dari agama orangtuanya.

Dipertemukan nasib dan dipersatukan keputusasaan , ketiga remaja ini melakukan perjalanan penuh bahaya tahu bahwa nyawa merekalah taruhannya.

Jika bisa bertahan hidup sampai ulang tahun ke-18 , mereka selamat. Tetap , ketika setiap bagian tubuh mereka dari tangan sampai jantung diincar dunia yang menggila , 18 terasa amatlah jauh

  • --------------------------------

  • Luar Biasa menyentuh hati itulah kesan pertama saya ketika saya menyelesaikan membaca buku ini . Neal Shutersman berhasil menyampaikan pesan di dalam novel bergenre dystopian ini. Dan hal lain yang terpikir dibenak saya adalah nilai-nilai kemanusiaan di dunia sekarang ini .

    Cerita dibuka oleh Connor , mengambil sudut pandang orang ketiga , Connor adalah anak yang bermasalah , sering berantem di sekolahnya hingga akhirnya orang tuanya memutuskan untuk menyetujui perjanjian pemisahan raga yang tanpa sengaja diketahui oleh connor. Ditengah kegalauan , ia berusaha membalas orang tuanya dengan bersikap baik dengan tujuan agar mereka menyesal sudah menandatangani perjanjian yang tidak akan bisa dibatalkan itu , tapi ternyata itu membuat ia merasa bersalah hingga akhirnya memutuskan untuk kabur dan menjadi seorang desertir / pembelot . Ia sempat mengajak kekasihnya Ariana untuk kabur tapi ternyata Ariana menolaknya dan akhirnya ia harus berjuang sendiri mempertahankan raganya. 

    Belum lama melarikan diri , ia nyaris tertangkap namun untunglah seorang supir truk menyelamatkannya dan membawanya pergi sejauh mungkin . Tapi kebahagiaan connor tidak bertahan lama karena tak lama kemudian ayahnya yang diikuti oleh polisi juvey , polisi yang mengurusi urusan unwind. Di tengah ancaman tertangkap , ia harus memutuskan untuk pasrah atau mengambil jalan lain yaitu kabur . Dan akhirnya ia memutuskan untuk kabur 

    Cerita berganti ke seorang anak yatim piatu yang sangat berbakat , Risa , ia adalah seorang pianis yang mampu memukau banyak orang dalam konser yang diadakan yayasan panti nya . Tapi kebahagiaan risa tidak bertahan lama , seminggu setelah konsernya , kepala sekolah beserta kedua orang asing lainnya memanggilnya dan mengatakan padanya bahwa inilah akhir hidup indahnya dan ia akan menjadi unwind. Risa yang tidak mengerti memutuskan untuk pasrah dan pergi bersama teman-temannya yang 'terpilih' juga sebagai unwind. Namun keadaan hari itu membuat ia harus memutuskan dengan cepat. 

    Kemudian cerita berganti ke sudut pandang seorang anak kecil yang dibesarkan secara religius oleh keluarga yang takut akan Tuhan. Di ulang tahunnya yang ketiga belas , Lev , akan dijadikan 'persembahan' suci untuk Tuhan dengan menjalani pemisahan raga. Dengan segenap keyakinan bahwa pilihannya benar ia mengikuti Pastor Dan , pastur yang akan mengantarnya ke tempat para persembahan lainnya berkumpul tapi keadaan dijalan hari itu membuatnya terjebak dalam kebingungan . Seorang anak laki-laki yang ia tidak kenal menjadikannya sandera dan tidak hanya itu bahkan pastur dan , malah menyuruhnya kabur bersama anak laki-laki itu. 

    Dan akhirnya bertiga harus bahu membahu di jalan yang berbeda sekaligus sama , untuk memperjuangkan hidup mereka , dan juga ratusan bahkan ribuan anak yang senasib dengan mereka ..

    Unwinding yang dimaksud disini adalah pemisahan raga secara sadar dengan bantuan alat sehingga semua organ tubuh yang akan ditransplantasikan akan berfungsi dengan baik. Unwind sendiri ini adalah program perdamaian sekaligus pencegahan pembunuhan pada bayi yang baru lahir , tidak hanya itu mengurangi populasi remaja nakal atau membantu mereka yang tidak sempurna fisiknya menjadi lebih sempurna. Tapi pada kenyataannya , uanglah yang bermain. Organ tubuh dijual belikan dengan harga mahal , menyedihkan.

    Buku ini ditulis dengan alur yang cepat , dengan gaya bahasa yang memang remaja banget dan asik untuk dinikmatin. Pembaca dibawa masuk ke dunia yang sangat kejam , dimana pemisahan raga adalah hal legal. Pembaca dibuat juga berpikir bahwa hal-hal kejam ini mungkin saja terjadi di dunia walau dengan cara berbeda , sehingga secara tidak langsung pembaca diajari untuk saling memperhatikan satu sama lain. 

    Konflik yang disajikan tidak melulu hanya seputar unwind tetapi ada juga konflik internal di dalam kubu anak-anak unwind yang sementara selamat yang pada akhirnya membahayakan mereka semua disana sekaligus merubah jalan hidup beberapa orang. 

    Ada sebuah adegan yang begitu mengena di kepala saya , dan adegan itu dilihat dari sudut pandang Lev . Lev yang yang saat itu kabur dan bertemu dengan Cyrus Finch , seorang anak yang diselamatkan berkat proses unwinding. Ternyata benak anak yang mengikuti unwind masih ada dan terus menghantui Cyrus yang membawanya menuju sebuah kota kelahiran anak unwind itu , dan disana sebuah adegan menyentuh membuat saya benar-benar tersentuh banget , anak itu tiba-tiba menangis , berjanji dan memohoh agar orang tuanya  tidak mengirimnya ke pemisahan raga sementara ia tidak tahu bahwa ia sudah dipisah raganya , orang tuanya hanya menangis penuh penyesalan . Tapi keadaan tidak mungkin dikembalikan anak itu sudah menjadi korban. benar-benar nyesek banget bacanya ;(

    Nggak cuma itu , kita diajak melihat proses unwinding salah seorang tokoh disini , yang ternyata sangat menyesakkan sampai akhir hidupnya . Jangan bayangkan pemisahan raga ini sebagai mutilasi karena ini jauh lebih halus tapi sekaligus lebih kejam dari mutilasi. Si unwind akan dibawa ke lab kemudian ia akan disuntikan obat dan dipasangkan alat di tubuhnya . Kemudian dengan tersadar dan terus diajak bicara ia , organ tubuhnya akan diambil satu per satu hingga akhirnya otak adalah bagian terakhir yang diambil sekaligus menutup hidupnya. Benar-benar menyesakkan dan menyedihkan saat membaca part ini . 
    Si korban akan sadar , dan diajak untuk flashback ke ingatan-ingatannya di masa lalu hingga akhirnya ia sampai di ingatan pertamanya dan ingatan terakhirnya. 

    Terdengar kejam ? Sadis ? Memang ! Buku ini sangat kejam menguras emosi dan perasaan pembacanya yang membuat pembacanya menangis tersentuh ketimbang muak atau jijik seperti saat menonton film thriller .

    Apakah buku ini sangat layak untuk dibaca ? Tentu saja ! Sangat layak ! Dengan cerita yang bagus , makna yang indah , novel fiksi ini mengajarkan kita lebih banyak dari yang kita kira. 

    Nilai dari saya 9.0/10

    Akhir kata ada sebuah kutipan dari Pastor Dan kepada Lev 

    Lev " Apakah kau kehilangan imanmu ? "
    Pastor Dan " Tidak . Hanya keyakinanku. Aku masih sangat percaya pada Tuhan tapi bukan Tuhan yang membenarkan persembahan manusia "